Pada umumnya
masyarakat telah mengenal pembagian atau pelapisan sosial sejak dahulu.
Aristoteles menyatakan bahwa didalam setiap negara selalu terdapat tiga unsur,
yakni orang-orang kaya, orang-orang miskin, dan rang-orang yang menengah.
Menurut Aristoteles, orang-oarang kaya ditempatkan dalam lapisan atas oleh
masyarakat, sedangkan orang-orang miskin ditempatkan dalam lapisan bawah, dan
orang-orang yang menengah ditempatkan diantara orang miskin dan orang kaya.
Beberapa
definisi stratifikasi sosial adalah sebagai berikut :
a.
Pitirim A. Sorokin mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai
perbedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas-kelas yang tersusun secara
bertingkat (hierarki).
b.
Max Weber dan R.M.Z. Lawang, mendefinisikan stratifikasi sosial
sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial
tertentu kedalam lapisan-lapisan hierarki menurut dimensi kekuasaan, revillege,
dan prestise.
c.
Cuber mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai suatu pola yang
ditempatkan diatas kategori dari hak-hak yang berbeda.
d.
Horton dan Hunt, mendefinisikan stratifikasi sosial berarati
perbedaan status yang berlaku dalam suatu masyarakat.
e.
B.J. Cohen, mendefinisikan startifikasi sosial adalah suatu sistem yang
menempatkan seseorang sesuai dengan kualitas yang dimiliki dan menematkan
mereka pada kelas sosial yang sesuai.
f.
Astrid S. Susanto stratifikasi sosial adalah hasil kebiasaan
hubungan antar manusia secara teratur dan tersusun sehingga setiap orang setiap
saat mempunyai situasi yang menentukan hubungannya dengan orang secara vertikal
maupun horizontal dalam masyarakatnya.
Stratifikasi
sosial (social Stratification) berasal dari bahasa latin “Startum”(tunggal)
atau “strata” (jamak) yang berarti berlapis-lapis. Dalam sosiologi,
stratifikasi sosial dapat diartikan sebagi pembedaan penduduk atau masyarakat
kedalam kelas-kelas bertingkat (Wahyu, 2010:183-184).
Stratifikasi
dalam bahasa Inggris disebut stratification berasal dari kata stratum (jamaknya
strata) yang berarti lapisan. Stratifiasi sosial adalah lapisan masyarakat.
Sosiolog Pitirim A. Sorokin mengatakan bahwa sistem lapisan masyarakat
merupakan ciri yang tetap dan umum dalam setiap masyarakat yang hidup teratur.
Adapun yang dimaksud dengan stratifikasi sosial atau lapisan masyarakat menurut
soekanto (1992 )yaitu pembedaan masyarakat atau masyarakat kedalam kelas-kelas
secara bertingkat atau hirarkis.
Bentuk-bentuk stratifikasi (lapisan)
masyarakat berbeda-beda dan banyak sekali. Lapisan-lapisan tersebut tetap ada,
sekalipun dalam masyarakat kapitalis, demokratis, komunis, dan lain sebagainya.
Lapisan masyarakat tadi, mulai ada sejak ada manusia mengenal adanya kehidupan
bersama didalm sustu organisasi sosial. Lapisan masyrakat mula-mula didasarkan
pada perbedaan seks, perbedaan antara pemimpin dengan yang dipimpin, golongan
buangan atau budak dengan golongan dan bukan buangan, pembagian kerja danbahkan
juga suatu pembedaan berdasarkan kekayaan. Semakin rumit dan semakin kompleks
pila sistem lapisan masyarakat (Suhada, 2011:85).






0 komentar:
Posting Komentar